Chapter 1


Blog For Free!


Archives
Home
2004 October
2004 September

My Links
puisi kita

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


Powered by TagBoard Message Board
Name

URL or Email

Messages(smilies)


SIRNA oleh Fathullah Luqman


Musik oleh Fathullistiwa
Vokal oleh Puteri


Dan telah kunyatakan segala rahsia jiwa
Hanya untuk mu
Hanya kaulah yg satu bagi ku
Dan hanya engkau yg memahami diriku
Dulu kini pasti ku bersaksi
Dan hanya untuk mu
Dulu kini dan selamanya
Dan telah ku berjanji.... Setia

Suaramu sejelas mimpi ku yg semalam
Bagaikan baru sekejap tadi kita bersama
Dan ku tengelam lebih dalam
Dari mimpiku yang semalam
Telah ku nanti saat ini
Saat mula bersua...
Dua jiwa... Dua jiwa

Tiada lagi rasa sunyi sepi
Kerna kini ku tahu
Kau senantiasa disisi
Tiada lagi rasa sunyi sepi....
Kerna kini ku tahu....
Ku milik mu

Sirna
Segala rasa gelisah
Pastikan hari kan cerah kembali....
Pasti
Dan sirna segala resah
Sirna segala rasa yang ada
Sedalam dasar jiwa luka
Yang sekian kalinya......
Telah terubat jiwa ku kini
Pasti



Chapter 1
09.29.04 (11:29 am)   [edit]
Disini aku berdiri menikmati keindahan matahari senja yang akan menghilangkan dirinya dan memberi laluan pada bulan dan bintang untuk menghiasi langit yang terbentang luas. Alangkah indahnya anugerah tuhan ini. Inilah salah satu kebesaranNya – keindahan senja yang tercoret saperti satu lukisan di atas kanvas yang tersergam indah.

Senja… saperti usiaku yang semakin senja…. tak terasa telah 33 usiaku sekarang. Jelas, tidak lama lagi angka 4 akan menggantikan angka 3 itu dan aku akan menjadi seorang wanita sesenja ini. Ah! Betapa cepatnya masa berlalu dan aku masih saperti dulu, tidak berubah. Masih lagi menggantung sejuta impian saperti bintang-bintang yang berjuntai di langit biru dan mengharapkan keajaiban akan terjadi. Keajaiban yang terus menerus bermain difikiranku.

Sampai bila aku harus terus mengharap? Sampai bila? Kemanakah hari-hari itu pergi? Kemanakah aku selama ini? Adakah diri ini sudah hilang bersama waktu yang berlalu itu? Adakah aku terlalu leka dan tidak merasa waktu-waktu yang berlalu itu sehinggakan aku tidak sedar yang usiaku semakin hari semakin meningkat?

Ah! Aku tahu dan aku sedar. Semuanya terhenti sejak aku berusia 20 tahun. Aku yang sekarang tetap sama saperti aku yang dulu, seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh dengan mimpi dan impian. Aku tak mampu berbuat apa-apa selain dari bermimpi dan terus bermimpi.

Azan maghrib mula kedengaran dari masjid yang berdekatan. Aku mergerling ke sejadah di hujung kamar. Dengan pantas aku menutup jendela dan terus menghayunkan kaki untuk mengambil air suciMu.

Sudah tiba masa untuk menyembahMu, mendekatkan diriku padaMu. Semoga dengan pendekatan ini aku akan terus mendapatkan kemurnian hati dan kedamaian jiwa lantas memberikan aku kekuatan untuk meneruskan sisa-sisa kehidupanku. Lebih kuat dari masa mudaku dan agar aku menjadi lebih dewasa dan mampu berfikir secara logik berdasarkan realiti.
 
Your Name:


Your Comment:


SELAMAT DATANG KE BLOG CERPEN INI. SILALAH BERI KOMEN ANDA DI TAGBOARD DI SEBELAH KANAN. TERIMA KASIH.